Cari Oleh-oleh Himeji di Jepang

Sabtu, 10 Maret 2018

Cari Oleh-oleh Himeji di Jepang


Cari Oleh-oleh Himeji di Jepang

Berwisata ke suatu tempat tak akan lengkap rasanya bila tidak berbelanja. Salah satu toko yang sering diserbu wisatawan untuk berbelanja yakni toko suvenir.

Jika Anda berwisata ke Kota Himeji, Prefektur Hyogo, Jepang, jangan lupa berbelanja suvenir di toko Bansankan.

Toko ini menjual berbagai produk industri lokal di Himeji dan kawasan Harima Barat yang tak dijual di toko-toko suvenir lainnya.

"Ini kebanggaan barang lokal, hanya bisa beli di sini. Ini bukan toko jualan massal, tapi showroom untuk memperkenalkan produk," kata Managing Director of Bansankan, Haruo Osaki, Senin (5/3/2018).

Bansankan dibuka sejak tahun 1980. Bansankan bukan sekadar toko jual beli suvenir. Di toko tersebut, wisatawan juga bisa mengetahui sejarah atau asal muasal pembuatan produk yang dijual.
Contohnya seperti sumpit. Osaki menjelaskan, sumpit yang dijual di sana terbuat dari besi yang dulunya digunakan untuk memproduksi katana atau pedang.

"Kerajinan tangan sumpit ini dari besi. Dulu besinya dipakai buat katana, sekarang dijadikan untuk sumpit. Kan sudah tidak buat katana lagi," ujarnya.

Selain sumpit, Bansankan menjual berbagai hasil kerajinan tangan, seperti boneka yang dibuat dari kertas tradisional, hiasan dinding, gantungan, sapu tangan, hingga makanan.

Tak hanya itu, Bansankan juga menjual sarung bantal yang warnanya berasal dari bebatuan dan tumbuhan. Ada pula produk sepatu, dompet, dan tas kulit yang terbuat dari kulit berbagai hewan dijual di sana.
"Olahan dari kulit sapi, kulit buaya, kulit babi. Kulitnya dibersihkan sebagai bahan baku dan diolah jadi handycraft," ucap Osaki.

Berbagai produk itu dijual dengan harga yang beragam, mulai dari ratusan hingga ribuan Yen. Bansankan berlokasi di Minamiekimae-cho, kawasan Stasiun Himeji.

Di samping Bansankan ada tempat produksi kerajinan tangan oleh artis atau perajin amatir. Pemerintah Kota Himeji memberikan kesempatan gratis untuk para perajin muda mengasah kemampuannya menjadi perajin profesional.
"Ada 5 orang, diberi bantuan 100 persen dari pemda. Kalau ada kerajinan tangan yang terjual, hasilnya mereka jadikan modal untuk beli bahan lagi," kata Osaki.

Berbagai produk kerajinan tangan dari para perajin amatir itu diberi merek Baimo.

Pemerintah Kota Himeji berharap para perajin lulusan program tersebut nantinya bisa membuka toko suvenir di Himeji. Selama ini, banyak penduduk Himeji yang justru berjualan di kota yang lebih besar di Jepang.

0 komentar :

Posting Komentar